• Hubungi Kami(024) 7607932
  • Login

Ini bukan "Demo" atau "Kampanye"!!!

06 Februari 2024, bertempat di Lingkungan SMP Negeri 19 Semarang. Ini bukanlah acara "Demo" ataupun "Kampanye" namun ini adalah aksi nyata dari kegiatan P5. Kegiatan P5 ini terbagi menjadi 4 tahapan yakni : tahapan perkenalan, aktualisasi, pAksi nyata P5 dan refleksi. Adapun  Tema: Bhineka tunggal Ika, Topik: Kebudayaan Sekolahku Kebudayaanku. "Melalui project penguatan profil pelajar Pancasila,pentingnya melestarikan kebudayaan Indonesia yang berkebhinekaan global dan bernalar kritis". Dengan kegiatan pawai budaya dan pameran berbagai budaya di Indonesia yang diusung masing2 kelas 8 di SMP Negeri 19 Semarang. Dengan menerapkan Student Agency yang dilaksanakan mulai dari persiapan konten, persiapan acara, hingga pemaparan kebudayaan yang berbeda-beda di Indonesia mulai dari pawai dan pameran yang di gelar. Pada tahap perkenalan, aktivitas ditekankan pada pengetahuan murid terkait kebudayaan di Indonesia yang beraneka ragam. Keanekaragaman kebudayaan di Indonesia merupakan salah satu anugrah yang patut di syukuri, namun perlu kita merawat dan memeliharanya agar tetap menjadi ikon andalan Bhineka Tunggal Ika. Keanekaragaman di Indonesia terdiri atas perbedaan suku, agama dan budaya. Dalam mendalami Bhineka Tunggal ika di Indonesia salah satu yang menjadi focus modul ini adalah melalui sebuah kebudayaan. Berbagai jenis kebudayaan terikat dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia. Dan melalui kebudayaan inilah Pendidikan dimulai. Maka dari itu untuk mendukung dan menyelaraskan suksesnya kebudayaan di Indonesia tercermin dalam sebuah Pendidikan dituangkanlah dalam sebuah Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Demi tercapainya Profil Pelajar Pancasila (P3) kegiatan projeck dalam pembelajaran kokurikuler adalah salah satu harapan bagi meningkatnya karakter murid yang berdimensi berkebinekaan Global dan bernalar kritis. Sehingga dalam projeck ini diangkat tema Bhineka Tunggal Ika dengan topic utama adalah Budaya Sekolahku Budayaku. Melalui kegiatan aktivitas aktualisasi, murid diberikan kesempatan dalam mengembangkan pengetahuan yang sudah didapatkan dalam masa pengenalan, yakni dengan mulai mengaktualisasikan dengan cara mendemosntrasikan terkait dengan tema kebudayaan yang akan diusung kelasnya kepada kelas pada Tingkat yang lain yakni pada Tingkat kelas 7 dan kelas 9. Murid mulai merancang konsep kebudayaan daerah yang diusung pada kelasnya masing-masing, mulai dari budaya adat, busana, rumah adat sampai permainan tradisional khas daerah, yang menjadi daya Tarik untuk di siapkan dalam kegiatan aktualisasi. Konsepnya, murid melakukan demonstrasi ke kelas Tingkat yang lain dengan pengaturan jadwal yang berbeda-beda, agar terkesan tertib dan efisien. Murid diberikan kesempatan pada teknis yang leluasa dengan penuh ide yang dilakukan setiap kelompok yang mengoptimalkan student agency.

 Kemudian dilanjutkan kegiatan aksi nyata P5 yang diselenggarakan melalui aktivitas pawai budaya dan pameran budaya yang sudah diusung tema masing-masing kelas. Dengan mulai merancang konten apa saja yang menjadi daya Tarik masing-masing kebudayaan untuk di pawai kan dan di pamerkan di sekolah dengan target kunjungan oleh kelas Tingkat yang lain, yakni kelas 7 dan kelas 9. Pada kegiatan aksi nyata ini konsep utama yang didesian oleh koordinator project yakni terkait student agency. Dimana murid berupaya mandiri dalam mengemukaan konsep aksi nyata dengan memunculkan ide-ide yang akan di tampilkan terbaik dalam karya nya. Serta konsep alur yang akan diselenggarakan dengan mengemukaan di hadapan koordinator dan fasilitator. Murid secara aktif mulai berdiskusi dengan leluasa kepada sesame tim lain dalam rancangan yang maksimal dalma mempersiapkan segala konten dan kebutuhan dalam kegiatan yang akan dilaksanakan. Fungsi coordinator dan fasilitator dalam student agency ini hanya memberikan dukungan dan arahan serta penguatan yang akan dilakukan oleh murid, serta memantapkan Langkah murid dalam menyampaikan pesan yang ada dalam aksi nyata ini dalam sebuah visi meraih keberhasilan dalam menerapkan profil pelajar Pancasila. Murid melaksanakan kegiatan dengan panduan koordinator dan fasilitator secara masif dalam sebuah konsep pawai budaya dan pameran yang diselenggaran penuh dengan kegembiraan untuk menggapai tujuan project yakni salah satunya melestraikan kebudayaan yang beragam yang ada di Indonesia agar tetap eksis dalam perkembangan zaman serta mampu mengadaptasi terhadap perubahan di era digital. Di akhir aktivitas pada project ini penulis sebagai koordinator project mengucapkan banyak terima kasih atas kerja sama dengan fasilitator dan pihak terkait terutama kepala sekolah : ibu Hj. Mukaromah, S.Pd, M.Si yang sudah mendukung, serta memberi arahan kepada kami sehingga semua terwujud seperti halnya yang sudah direncanakan. Hal ini sebagai refleksi yang menjadi penghujung aktivitas selain mendengarkan murid dalam menghadapi kendala dalam menjalankan kegiatan sebagai student agency. (Isdiyanto, S.Pd., M.Pd.)