• Hubungi Kami(024) 7607932
  • Login

Lomba Cerita Pahlawan Lokal Tingkat SMP Bersama Dewan Harian Cabang ‘45 Kota Semarang

DUA PAHLAWAN SEJATI DALAM HIDUPKU

Oleh Priska Putri Cahya Pradita/9D

Hai! Perkenalkan namaku adalah Priska Putri Cahya Pradita. Aku merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Aku memiliki ayah dan ibu yang sangat menyayangi dan memperhatikan anak-anaknya dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Jika ada yang bertanya "siapa yang lebih berharga diantara ayah dan ibumu?" Maka diriku akan menjawab dengan lantang bahwa kedua orangtuaku sangat berharga untuk diriku di kehidupanku sampai kapanpun. 

Aku selalu teringat akan besarnya jasa dari kedua orangtuaku. Mereka  sudah mengorbankan seluruh yang mereka punya untukku dari semenjak aku masih berada dalam kandungan hingga aku  beranjak dewasa seperti saat ini. Ayah dan ibu selalu mengusahakan yang terbaik hanya untuk anak-anaknya, mulai dari hal kecil sampai hal besar. Seperti contohnya, pada saat ibu berjuang melahirkan kami bertiga dengan rasa sakit yang tak henti agar kami bisa lahir ke dunia dengan selamat. Lalu, seperti contohnya pada saat ayah bekerja dari pagi hingga malam dan mengontrol rasa lelahnya hanya untuk memenuhi kebutuhan kami sekeluarga. 

Pernah pada suatu ketika dimana saat itu ekonomi keluarga sedang tidak seperti biasanya, ibu memikirkan berbagai solusi untuk membantu ekonomi keluarga. Ayah pun berusaha lebih giat dalam bekerja agar kebutuhan anak-anaknya selalu terpenuhi seperti anak-anak lainnya. Sampai ibu  memutuskan untuk bekerja menjadi asisten rumah tangga tanpa sepengetahuan ayah. Namun, seberusaha apapun ibu menutupinya tetap saja ayah mengetahuinya. Beruntung hal itu tidak menyebabkan pertikaian antara ayah dan ibu. Selama kurang lebih 1 bulan, ekonomi keluarga kami benar-benar diuji. Kami memang dari keluarga yang sederhana. Namun, ayah dan ibu tidak pernah membiarkan kami anak-anaknya ikut memikirkan masalah ini. 

Ayah dan ibu memang tidak pernah mengeluh pada kami, tetapi terkadang diriku melihat ibu sedang terdiam dengan tatapan kosong.  Sementara ayah yang selalu berusaha seperti tanpa mempunyai rasa lelah itu tertidur lelap sepulang bekerja. Setelah 1 bulan ekonomi keluarga kami diuji, alhamdulillah perlahan masalah tersebut terselesaikan berkat perjuangan kedua orangtuaku yang sangat tekun dan disisi lain juga berkat doa-doa yang ibu panjatkan kepada Allah SWT. 

Walaupun diriku dari keluarga yang sederhana, tetapi  aku tidak merasa malu ataupun gengsi.  Selama bertahun-tahun aku hidup bersama kedua orangtuaku. Mereka tidak pernah sedikitpun mengajari kami bertiga untuk mengeluh dalam kehidupan melainkan selalu berjuang, rendah hati dan ingat kepada Allah SWT. serta jika bisa bersedekah atau berbagi pada orang yang membutuhkan bantuanmu, bantulah. 

Terkadang aku  berfikir "mampukah aku membuat  kedua orangtuaku bahagia kelak?" Mungkin pertanyaan tersebut akan dapat diriku jawab suatu ketika. Saat semua proses dan jerih payah ibu dan ayahku bisa aku basuh dengan kebahagiaan mereka. Saat mereka melihat anak perempuan pertama mereka sukses kelak. Juga akan aku pastikan untuk ingat selalu jasa dan perjuangan kedua orangtuaku sedari diriku kecil hingga dewasa. InsyaAllah akan ku perjuangkan cita-citaku untuk membahagiakan kedua orangtuaku seperti mereka memperjuangkan anak-anaknya tanpa memikirkan diri mereka sendiri. Ayah dan ibu adalah pria dan perempuan yang tangguh, ibu dan ayah selalu sempurna di mataku. Merekalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sangat-sangat aku idolakan dan selalu aku jadikan motivasi dalam setiap perjuangan, mereka adalah ibu dan ayahku.